Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juni 2014

Sejarah Mata Uang Indonesia


rupiah Sejarah Mata Uang Indonesia
Tanggal 2 November 1949 merupakan hari ditetapkannya rupiah sebagai mata uang resmi Negara Indonesia dan mata uang rupiah dicetak serta diatur pengunaannya oleh Bank Indonesia. Walaupun saat itu Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.
Pemerintah memandang perlu mengeluarkan mata uangsendiri  selain berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah juga dijadikan lambing utama Negara yang sudah merdeka.  Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuanmata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uangGulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.
Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uangrupiah jawa sebagai pengganti. Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.

Uang kertas Republik Indonesia

Republik Indonesia Serikat


Pemerintah RIS mengeluarkan uang kertasnya yang pertama dan terakhir terdiri dari pecahan yang bernilai 5 dan 10 rupiah dengan tanggal emisi 1 Djanuari 1950. Uang RIS yang dikeluarkan untuk mengganti uang ORI dan ORIDA ini dicetak di Thomas De La Rue (London) yang pada waktu tersebut memiliki mutu setaraf dengan mata uang di negara maju.


Seri RIS 1950
Uang kertas RIS ditandatangani oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara sebagai Menteri Keuangan RIS. Tetapi uang kertas ini tidak berumur panjang, karena pada tanggal 17 Agustus 1950 riwayat RIS berakhir dan digantikan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jenis-Jenis Mata uang yang pernah dipakai di Nusantara


Zaman Kerajaan Hindu

Diawali oleh zaman kerajaan Hindu di Indonesia Mata-uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal seperti Masa (Ma) dengan berat 2.40 gram atau sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang

Selasa, 27 Mei 2014

5 Pantai Tersembunyi Paling Indah di Indonesia

Indonesia tercinta, yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan ribu kilometer bibir pantainya, menyimpan banyak eksotisme keindahan alam tepi pantai. Semakin banyak wisata pantai yang populer dan dikelola baik oleh Pemerintah. Tapi tahukah Anda, ternyata masih banyak wisata pantai yang ‘tersembunyi’ dan jarang dikunjungi wisatawan, namun menyimpan keelokan alam yang luar biasa! Berikut Cell2Line sajikan 5 Pantai tersembunyi paling indah di Indonesia.
Mungkin sebagian dari Anda lebih menikmati keindahan alam di tepi pantai dalam suasana yang sepi, jauh dari hiruk pikuk suara kendaraan bermotor atau pedagang asongan dan pengunjung yang terlalu banyak layaknya di lokasi wisata pantai-pantai yang sudah populer. Maka tidak ada salahnya Anda mencoba mengunjungi lokasi pantai tersembunyi yang jarang didatangi wisatawan berikut ini.
 Pantai Green Bowl Bali
  • Pantai Green Bowl, keindahan tersembunyi di Kuta Selatan, Bali.
Pantai Green Bowl BaliJika Anda sering berlibur ke Bali, namun sering mengunjungi pantai-pantai yang sudah populer semacam Pantai Kuta, Pantai Sanur atau Pantai Nusa Dua, maka cobalah datang ke Pantai Green Bowl ini. Keindahan alam dan ekslusifitasnya akan memberikan sensasi yang jauh berbeda. Pantai yang lebih banyak didatangi wisatawan mancanegara terutama para surfer / peselancar ini terletak di balik bebukitan, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang terjal untuk mencapai pantainya. Tetapi perjuangan menuruni anak tangga ini terbayar lunas ketika Anda telah menginjakkan kaki di pasir putihnya. Disebut Green Bowl ataumangkuk hijau karena setiap air laut surut maka akan membentuk mangkuk dari karang-karang yang berwarna hijau saat Anda lihat dari atas bukit. Meski pantai ini belum ada di guide book wisata ataupun paket perjalanan. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena pantai ini letaknya tidak jauh dari Denpasar ataupun Kuta. Ketiganya berada di Semenanjung Bukit, di antara Objek Wisata Garuda Wisnu Kencana dan Pura Uluwatu. Pantai Green Bowl jarang dipublikasikan di media massa, sehingga belum banyak turis yang mengetahui keberadaan pantai ini. Akan tetapi, mungkin inilah yang membuatnya unik, sebuah tempat indah tersembunyi, tempat untuk sejenak menjauh dari hiruk pikuk keramaian wisata Bali.

19 Keindahan Alam Indonesia yang MENAKJUBKA

1. Gunung Rinjani, NTB
Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.
Gunung Rinjani - NTB

Senin, 26 Mei 2014

Agama di Indonesia

Agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama diIndonesia berpengaruh secara kolektif terhadap politik, ekonomi dan budaya.[1] Menurut hasil sensus tahun 2010, 87,18% dari 237.641.326 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 6,96% Protestan, 2,9% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Kong Hu Cu, 0,13% agama lainnya, dan 0,38% tidak terjawab atau tidak ditanyakan.[2]
Dalam UUD 1945 dinyatakan bahwa "tiap-tiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya" dan "menjamin semuanya akan kebebasan untuk menyembah, menurut agama atau kepercayaannya".[3] Pemerintah, bagaimanapun, secara resmi hanya mengakui enam agama, yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu.[4][5]
Dengan banyaknya agama maupun aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia memainkan peranan penting dalam hubungan antar kelompok maupun golongan. Program transmigrasisecara tidak langsung telah menyebabkan sejumlah konflik di wilayah timur Indonesia.[6]
Peta penyebaran agama di Indonesia berdasarkan hasil sensus 2010

Suku bangsa di Indonesia

Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia.[1] atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.[2]
Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Orang Jawa kebanyakan berkumpul di pulau Jawa, akan tetapi jutaan jiwa telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara [3] bahkan bermigrasi ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Suriname. Suku Sunda, suku Melayu, dansuku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini.[3] Banyak suku-suku terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua, memiliki populasi kecil yang hanya beranggotakan ratusan orang. Sebagian besar bahasa daerah masuk dalam golongan rumpun bahasa Austronesia, meskipun demikian sejumlah besar suku di Papua tergolong dalam rumpun bahasa Papua atau Melanesia.

Penduduk Indonesia menurut Provinsi 1971, 1980, 1990, 1995, 2000 dan 2010

 
ProvinsiPenduduk
197119801990199520002010
Aceh2 008 5952 611 2713 416 1563 847 5833 930 9054 494 410
Sumatera Utara6 621 8318 360 89410 256 02711 114 66711 649 65512 982 204
Sumatera Barat2 793 1963 406 8164 000 2074 323 1704 248 9314 846 909
Riau1 641 5452 168 5353 303 9763 900 5344 957 6275 538 367
Jambi1 006 0841 445 9942 020 5682 369 9592 413 8463 092 265
Sumatera Selatan3 440 5734 629 8016 313 0747 207 5456 899 6757 450 394
Bengkulu519 316768 0641 179 1221 409 1171 567 4321 715 518
Lampung2 777 0084 624 7856 017 5736 657 7596 741 4397 608 405
Kepulauan Bangka Belitung----900 1971 223 296
Kepulauan Riau-----1 679 163
DKI Jakarta4 579 3036 503 4498 259 2669 112 6528 389 4439 607 787
Jawa Barat21 623 52927 453 52535 384 35239 206 78735 729 53743 053 732
Jawa Tengah21 877 13625 372 88928 520 64329 653 26631 228 94032 382 657
DI Yogyakarta2 489 3602 750 8132 913 0542 916 7793 122 2683 457 491
Jawa Timur25 516 99929 188 85232 503 99133 844 00234 783 64037 476 757
Banten----8 098 78010 632 166
Bali2 120 3222 469 9302 777 8112 895 6493 151 1623 890 757
Nusa Tenggara Barat2 203 4652 724 6643 369 6493 645 7134 009 2614 500 212
Nusa Tenggara Timur2 295 2872 737 1663 268 6443 577 4723 952 2794 683 827
Kalimantan Barat2 019 9362 486 0683 229 1533 635 7304 034 1984 395 983
Kalimantan Tengah701 936954 3531 396 4861 627 4531 857 0002 212 089
Kalimantan Selatan1 699 1052 064 6492 597 5722 893 4772 985 2403 626 616
Kalimantan Timur733 7971 218 0161 876 6632 314 1832 455 1203 553 143
Sulawesi Utara1 718 5432 115 3842 478 1192 649 0932 012 0982 270 596
Sulawesi Tengah913 6621 289 6351 711 3271 938 0712 218 4352 635 009
Sulawesi Selatan5 180 5766 062 2126 981 6467 558 3688 059 6278 034 776
Sulawesi Tenggara714 120942 3021 349 6191 586 9171 821 2842 232 586
Gorontalo----835 0441 040 164
Sulawesi Barat-----1 158 651
Maluku1 089 5651 411 0061 857 7902 086 5161 205 5391 533 506
Maluku Utara----785 0591 038 087
Papua Barat-----760 422
Papua923 4401 173 8751 648 7081 942 6272 220 9342 833 381
INDONESIA119 208 229147 490 298179 378 946194 754 808206 264 595237 641 326
Catatan : Termasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma, Pelaut, Rumah Perahu, dan Penduduk Ulang-alik/Ngelaju)
Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980, 1990, 2000 dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995

Daftar pulau di Indonesia

Tahun 1972, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memublikasikan sebanyak 6.127 nama pulau-pulau di Indonesia.[rujukan?] Pada tahun 1987 Pusat Survei dan Pemetaan ABRI (Pussurta ABRI) menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 17.508, di mana 5.707 di antaranya telah memiliki nama, termasuk 337 nama pulau di sungai.[rujukan?] Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), pada tahun 1992 menerbitkan Gazetteer Nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia yang mencatat sebanyak 6.489 pulau bernama, termasuk 374 nama pulau di sungai.[rujukan?] Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Pada tahun 2002 berdasarkan hasil kajian citra satelit menyatakan bahwa jumlah pulau di Indonesia adalah sebanyak 18.306 buah.[rujukan?]
Data Departemen Dalam Negeri berdasarkan laporan dari para gubernur dan bupati/wali kota, pada tahun 2004 menyatakan bahwa 7.870 pulau yang bernama, sedangkan 9.634 pulau tak bernama[rujukan?]
Dari sekian banyaknya pulau-pulau di Indonesia, yang berpenghuni hanya sekitar 6.000 pulau. Di bawah ini disajikan pulau-pulau utama Indonesia:

Letak astronomis Indonesia

Letak astronomis Indonesia adalah posisi letak negara Indonesia berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis khayal horizontal yang melingkari bumi, sedangkan garis bujur adalah garis khayal vertikal yang menghubungkan belahan bumi paling utara dan selatan. Menurut posisi astronomisnya, Indonesia terletak pada  6° LU (Lintang Utara) – 11° LS (Lintang Selatan) dan antara 95° BT (Bujur Timur) – 141° BT (Bujur Timur).
Source : http://www.flickr.com/photos/33087855@N06/3089086136/