Selasa, 27 Mei 2014

Kucing membunuh miliaran hewan di AS

kucing
Kucing adalah ancaman terbesar bagi fauna liar di AS dan membunuh miliaran hewan setiap tahun, kata sebuah penelitian.

Peneliti memperkirakan kucing bertanggung jawab pada kematian antara 1,4 hingga 3,7 miliar burung dan 6,9-20,7 miliar mamalia setiap tahun.
Dalam tulisan di Nature Communications, para ilmuan mengatakan kucing liar dan kucing hutan adalah pembunuh yang paling ganas.
Namun, mereka mengatakan kucing peliharaan juga bisa memegang peran itu dan pemilik harus berusaha mengurangi dampak buruk peliharaan mereka pada lingkungan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa lebih banyak hewan mati akibat serangan kucing di AS dibandingkan jumlah kematian karena ditabrak mobil, menabrak gedung atau keracunan.
Insting pembunuh kucing domestik telah banyak didokumentasikan di banyak pulau di seluruh dunia.
Kucing yang menemani pemilik mereka mengakibatkan langkanya 33 spesis kucing di dunia.
Para peneliti dari Smithsonian Conservation Biology Institute (SCBI) dan Badan Layanan Ikan dan Hewan Liar AS mengulas sejumlah penelitian yang melihat potensi kucing untuk membunuh. and the US Fish and Wildlife Service carried out a review of studies that had previously looked at the predatory prowess of cats.
Analisis mereka menunjukkan bahwa pembunuhan oleh kucing lebih tinggi dibandingkan studi-studi terdahulu: dan mereka menemukan bahwa kucing membunuh burung empat kali lebih besar dari perkiraan semula.
Burung asli AS seperti Robin Amerika, adalah sasaran utama, kemudian tikus, tupai dan kelinci merupakan mamalia yang paling mungkin dibunuh.
Dr Pete Marra dari SCBI mengatakan, "Studi kami menunjukkan mereka adalah ancaman utama pada fauna liar AS."

Tim mengatakan bahwa kucing "tanpa pemilik" yang mereka klasifikasikan sebagai kucing liar, kucing hutan dan kucing peternakan, membunuh hewan dalam jumlah tiga kali lebih besar dari kucing peliharaan, tapi pemilik mereka dapat melakukan lebih untuk membatasi dampaknya.
Sumber:http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130130_majalahlain_kucing.shtml

Tidak ada komentar:

Posting Komentar